Referensi / kesimpulan projek

 Laporan Projek p5 Vertikultur 

Laporan menanam vertikultur 




Disusun oleh :


1. Hera Amelia Saleha ( Ketua )

2. Ai Rohimah 

3. Cica Anisa Putri 

4. Juwita

5. Hari Setiawan

6. Ahmad Taufik

7. Rehan Pramujia

8. Ramdani




PENDAHULUAN 


Latar Belakang :


Keterbatasan lahan yang dapat diolah merupakan tantangan yang harus

dihadapi untuk pengembangan pertanian kedepan, untuk itu perlu dicari cara

untuk memanfaatkan lahan yang akan diolah seperti penanaman secara vertikal

atau bertingkat yang biasanya disebut vertikultur. Vertikultur adalah cara

bertanam dalam susunan vertikal ke atas menuju udara bebas, dengan susunan

media tanam yang juga disusun secara vertikal

Penerapan pola tanam secara vertikultur sangat baik diaplikasikan di daerah

yang memiliki luasan lahan pertanian yang terbatas. Penanaman secara vertikultur

dilakukan dengan menempatkan media tanam pada wadah-wadah yang disusun

secara vertikal, sehingga nantinya setiap tanaman tersebut dapat tumbuh secara

tersusun keatas dan tidak saling mengganggu tanaman disampingnya. Bahan_

bahan yang digunakan untuk pembuatan vertikultur ini pun lebih sederhana dan

dapat disesuaikan dengan kondisi lahan atau ketersediaan bahan yang ada.

memanfaatkan ketersediaan lahan yang kecil namun

dapat ditanami tanaman dalam jumlah yang besar. 

Adanya fenomena perubahan iklim, akan sangat mempengaruhi daya tahan

tanaman yang diusahakan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika musim

hujan terlalu panjang akan menyebabkan banyaknya penyakit termasuk

pembusukan akar pada tanaman. Jika musim kering akan menyebabkan tanaman

kekurangan air, hama juga akan menyerang yang dapat menimbulkan kerugian.

Salah satu cara untuk memperkecil kerugian akibat serangan hama dan penyakit

yaitu dengan pembuatan rumah tanaman. Rumah tanaman merupakan bangunan yang berkerangka atau dibentuk menggelembung, diselubungi bahan bening atau

tembus cahaya yang dapat meneruskak cahaya dengan optimun

Dengan cara ini tanaman akan terlindungi dari bahaya hama dan penyakit yang terbawa oleh angin, dan dari curah hujan yang tinggi


Tujuan :


Tujuan vertikultur adalah 

1. Memanfaatkan lahan sempit yang tidak produktif menjadi lahan sempit yang produktif dengan aplikasi vertikultur.

2. Menghemat pengeluaran dengan cara memiliki tanaman sayuran sendiri.

3. Menambah nilai estetika lahan perkarangan.


 Pelaksanaan Kegiatan :

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin seminggu sekali dalam jangka waktu 1 s.d 4 bulan.


Pembahasan 


Jenis Produk :

Jenis sayuran yang kamu tanam selama 4 bulan yaitu sayuran selada bokor


Alasan Pemilihan Produk : 

Alasan kami memilih untuk menanam seladah bokor karena mudah tumbuh dan juga mudah ditanam dengan cara vertikultur 




Laporan Keuangan :

Modal awal : Rp. 35.000


RAB !

1. Benih selada Rp. 3.000

2. Botol Aqua Rp. 20.000 / 20 botol

3. Pupuk Rp. 10.000 

Total pembelian bahan RP. 33.000

Sisa Uang Rp. 2.000


Kendala :


• Tanaman tidak tumbuh dengan baik

• Kurang perawatan 

• Anggota kelompok susah untuk diatur & tidak     bekerja semua



Penutup


Kesimpulan :

Berdasarkan data hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa :

1. Budidaya vertikultur adalah menanm tanaman dengan media secara vertikal agar mengefisiensi lahan pertanian yang sempit menjadi lahan pertanian yang produktif. Vertikultur bisa menggunakan pipa, bambu, baja atau yang sejenisnya. Dengan vertikultur juga dapat menambah nilai ekonomis tanaman serta dapat mengendalikan organisme pengganggu tanaman. 

2. Kelebihan sistem pertanian vertikultur yaitu adanya efisiensi penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak dibandingkan sistem konvensional. 

Kekurangan system veltikultur diantaranya yaitu investasi di awal cukup tinggi, sistem penyiraman harus continu, dan diperlukan beberapa peralatan tambahan, misalnya tangga sebagai alat penyiraman.

Selain itu juga, menanam secara veltikultur adalah suatu kegiatan yang memerlukan sikap dan mental yang kuat supaya tanaman bisa terawat dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa softskill sangat diperlukan dalam merawat tanaman.




Link Tahapan- Tahapan Projek P5 

https://juwitanovianti.blogspot.com/2024/06/kelompok-3-kelas-xa.html



Link Dokumentasi Kelompok 3

https://juwitanovianti.blogspot.com/2024/06/dokumentasi-projek-p5.html







Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENANAM SIRIH CINA

B.INGGRIS 6 BENDA

TEKS EKSPOSISI